SISTEM PEMBUANGAN AIR LIMBAH PABRIK SUSU UHT : ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

ANALISIS SISTEM PEMBUANGAN LIMBAH

“PABRIK SUSU UHT (ULTRA HIGH TEMPERATURE) REAL GOOD CEREAL STRAWBERRY”

(DI PT. GREENFIELDS INDONESIA, KABUPATEN MALANG)


PENGERTIAN UMUM AIR LIMBAH

Air limbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwjud cair. Air limbah dapat berasal dari rumah tangga (domestik) maupun industri (industri) – (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001).

Berikut merupakan definisi air limbah dari berbagai sumber:

  • Limbah cair atau air buangan (waste water) dalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga, perdagangan, perkantoran, industri maupun tempat-tempat umum lainnya yang biasanya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan hidup.
  • Kombinasi dari cairan atau air yang membawa buangan dari perumahan, institusi, komersial, dan industri bersama dengan air tanah, air permukaan, dan air hujan.
  • Kotoran dari masyarakat dan rumah tangga, industri, air tanah/permukaan serta buangan lainnya (kotoran umum).
  • Cairan buangan yang berasal dari rumah tangga, perdagangan, perkantoran, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan biasanya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat Universitas Sumatera Utara membahayakan kesehatan/kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan hidup.
  • Semua air/szat cair yang tidak lagi dipergunakan, sekalipun kualitasnya mungkin baik.

PENGERTIAN UMUM PABRIK 

Pabrik adalah suatu bangunan industri besar di mana para pekerja mengolah benda atau mengawasi pemrosesan mesin dari satu produk menjadi produk lain, sehingga mendapatkan nilai tambah. Kebanyakan pabrik modern memiliki gudang atau fasilitas serupa yang besar yang berisi peralatan berat yang digunakan untuk lini perakitan. Pabrik mengumpulkan dan mengkonsentrasikan sumber daya: pekerjamodal, dan mesin industri.

JENIS PABRIK

FOTO: Ternak Susu Terbesar di Asia Tenggara

PT Greenfields Indonesia adalah salah satu anak perusaahaan dari PT Japfa Group yang berkecimpung pada perusahaan susu. PT Japfa Group memiliki banyak bidang usaha antara lain perusahaan pakan ternak, pemotongan sapi  dan perusahaan makanan olahan.

  • Ruang Lingkup Pabrik

Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada kondisi PT. Greenfields Indonesia, sistem produksi susu Real Good Strawberry dan penerapan Good Housekeeping pada industri yang meliputi bahan baku, mesin peralatan yang digunakan, proses produksi dan pengawasan mutu.

  • Lokasi Pabrik

PT Greenfields Indonesia berlokasi di desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan lahan seluas ± 26 Ha dan berada pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut dengan suhu ± 160C. Perusahaan ini dikelilingi pemandangan yang masih alami sehingga hawanya sangat sejuk.  Ada beberapa alasan PT Greenfields Indonesia memilih lokasi tersebut.

  • Jenis dan Sumber Data Pabrik

Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Sumber data ini diperoleh dengan pencarian melalui komputer secara online. Sumber kepustakaan yang digunakan diantaranya abstrak hasil penelitian dan jurnal.

 

ANALISIS PRODUK PABRIK

PT. Greenfields Indonesia, selama ini belum pernah menerapkan teknik bagan kendali (control chart) dalam mengendalikan mutu produkproduknya. Sebagai langkah awal, maka dicoba diterapkan untuk menganalisa dan mengendalikan bobot bersih pada produk susu UHT Real Good sereal strawberry. Susu UHT Real Good sereal strawberry merupakan varian Real Good yang paling sering diproduksi di PT. Greenfields Indonesia. Produk ini dikemas dalam kemasan fino/bantal dan memiliki isi bersih/netto yang tertera pada kemasan sebesar 180 ml. Walaupun merupakan satuan volume, tetapi proses pengendalian mutu isi bersih/netto produk dilakukan terhadap bobotnya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dan mempercepat pengukuran, karena jika bobot produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi bobot produk yang telah ditentukan, maka volume produk pun akan sesuai dengan jumlah yang tertera pada kemasan. Spesifikasi produk susu UHT Real Good sereal strawberry dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Picture6

 

PROSES PRODUKSI DAN LIMBAH

  •  Proses Produksi Pabrik

Susu UHT Real Good sereal strawberry merupakan jenis susu cair UHT yang paling sering diproduksi oleh PT. Greenfields Indonesia. Proses pengolahan susu UHT Real Good sereal strawberry meliputi beberapa tahapan, yaitu:

  1. Penerimaan Susu Segar dan Termisasi, Susu segar yang digunakan dalam proses pengolahan susu di PT. Greenfields Indonesia berasal dari tiga sumber, yaitu susu segar yang dihasilkan dari peternakan sendiri (Dairy Farm), susu segar yang berasal dari koperasi (KUD), dan susu segar kemitraan dari peternak-peternak daerah sekitar pabrik.
  2. Separasi dan Termisasi, Sebagian susu segar lainnya akan mengalami proses preheating dengansuhu55-600 C dan dilakukan separasi untuk dipisahkan antara bagian skim dan krimnya menggunakan separator.
  3. Mixing dan Blending, Pencampuran bahan (mixing) dilakukan di ruangan dengan tangki yang terpisah dengan susu (bredo mixer), sedangkan untuk mencampurkan bahan dalam jumlah kecil digunakan mixer module. Bahan-bahan dimasukkan dalam tangki pencampur lalu ditambah air panas dengan suhu 900 C. Setelah itu bahan-bahan tersebut dialirkan ke dalam blending tank.
  4. Sterilisasi, Sterilisasi dilakukan untuk membunuh semua mikroba, terutama bakteri-bakteri tahan panas pembentuk spora seperti Bacillus stearothermophillus.
  5. Filling dan PackagingSusu yang disimpan di dalam aseptic tank kemudian dialirkan menuju AFM (Aseptic Filling Machine) untuk dilakukan proses pengisian dan pengemasan produk.
Picture7

Diagram Proses Pengolahan “Susu Realgood Cereal Strawberry”

Picture2

Proses Penerimaan Susu Segar & Termisasi

 

UTILITAS PABRIK

Jenis-jenis utilitas yang digunakan dalam menunjang proses produksi dan perusahaan adalah pengadaan air/water treatment, pengadaan uap/steam, sistem pendinginan, pangadaan udara bertekanan/compressed air, dan instalasi pengolahan limbah/waste water treatment. Semuanya harus selalu siap dan berada dalam kondisi beroperasi penuh setiap hari agar aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Water Treatment Plant

Air merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam proses produksi. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan air diperlukan pengolahan air tanah yang berasal dari sumber mata air pegunungan. Proses pengolahan air tanah adalah dengan cara memompa air tanah dari sumur sumber dengan kedalaman 1000 meter kemudian disalurkan melalui pipa. Selanjutnya di lakukan filtrasi  untuk menghilangkan lumpur atau kotoran-kotoran lain yang terbawa, kemudian ditampung dalam tiga storage raw water berkapasitas 25 ton. Untuk mengatur laju alir yang keluar tangki digunakan katup atau valve. Pompa yang digunakan untuk mengalirkan air adalah pompa submersible. Sebelum digunakan dalam proses produksi, air ini diproses terlebih dahulu dengan tahapan sebagai berikut:

Tahapan pengolahan air sebelum digunakan proses produksi

  • Pre-Filtrasi, atau penyaringan menggunakan sand filter bertujuan menyaring parikel-partikel suspended solid yang terdapat dalam air baku dengan menggunakan media pasir silika (silica sand) dan gravel berbagai macam bentuk dan disusun dengan ukuran tertentu.
  • Filtrasi I, menggunakan catridge filter dengan tujuan menyaring kotoran atau partikel yang masih lolos dari penyaring disand filter.
  • Water Softenerbertujuan menghilangkan kesadahan yang terdapat dalam air baku dengan menggunakan resin penukar ion (ion exchanger). Kesadahan ini dapat menyebabkan terbebtuknya kerak bila air yang digunakan berhubungan dengan suhu yang relatif tinggi.
  • Filtrasi II, menggunakan catridge filter karena ada penambahan softener sehingga dikhawatirkan ada partikel-partilel yang terkontaminasi.
  • Desinfeksi, Desinfeksi merupakan suatu proses untuk membunuh mikroorganisme terutama mikroorganisme patogen. Prosesdesinfeksi yang digunakan dalam instalasi pengolahan ini adalah dengan memberi bahan kimia kaporit dan penyiraman sinar ultraviolet (UV).

 

Air yang dihasilkan di Water Treatment Plant

  1. Water Treatment, Pengadaan air bersumber dari sebuah sumur bor (deep well) yang dibuat oleh PDAM. Air dari sumur dialirkan melalui pipa ke dalam tiga buah holding tank dengan kapasitas masing-masing sebesar 25.000 liter. Sebelum digunakan untuk berbagai keperluan, air akan diberi perlakuan terlebih dahulu agar layak untuk digunakan. Air yang ditampung sementara di dalam holding tank kemudian dialirkan menuju sand filter (pasir silika) dengan kecepatan 30 m 3 /jam untuk disaring dengan ukuran 10 mikron. Setelah itu, lini perlakuan terbagi menjadi dua, yaitu air berklorin (chlorinated water) serta air proses dan soft water.
  2. Process Water, dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan air minum karyawan, persediaan air di tempat blending atau percampuran bahan baku produk, dan untuk mesin TA flex. Tahapan dalam pembuatan process water adalah dengan menampung air dari storage tank ke dalam tangki sementara, kemudian di saring menggunakan sand filter. Setelah itu dilakukan penjernihan menggunakan sinar  UV dan alat softener.
  3. Chlorined WaterAir klorin atau  chlorined water dihasilkan untuk pengolahan limbah CIP (Cleaning In Place), toilet, cleaning room,decon room, pengairan tanaman, wasteful, dan milking di farm. Tahapan dalam pembuatan  chlorined water  dengan  proses penyaringan menggunakan sand filter kemudian dijernihkan  menggunakan sinar  UV dan alat softener. Air yang keluar dari sand filter kemudian diijeksikan dengan calcium hipoclorit, lalu ditampung dalam storage tank.
  4. Soft Water, dihasilkan untuk penggunaan genset, boiler, cooling tower, dan ice water. Untuk menghasilkan soft watermaka air dari storage tank dialirkan melalui softener untuk menghilangkan kandungan logam magnesium dan kalsium.
  5. Pengadaan Uap(Steam), Steam yang diperlukan untuk proses produksi berasal dari boiler dimana steam yang panasnya sudah diserap, sebagian kembali dalam  bentuk condensat dan sebagian lagi terbuang. PT Greenfields Indonesia mempunyai 2 perangkat boiler digunakan untuk pembuatan hot water yang digunakan CIP, selain itu digunakan untuk pemanasan produk  dalam  proses thermisasi dan sterilisasi baik direct maupun indirect.
  6. Cooling System, Air dingin ini dihasilkan dari cooling tower dan mesin pendingin choller. Untuk mendapatkan cool water, soft water  dari tangki dialirkan ke cooling tower yang berfungsi sebagai pre-cooling kemudian dialirkan ke dalam choller yang  memiliki tiga compressor. Agar terjadi proses pendinginan,air dilewatkan dalam pipa yang bersinggungan denga pipa yang berisi HFC. Supaya air tidak membeku maka diinjeksikan propylene glycol  kedalamnya. Air yang keluar dari choller memiliki  temperature sekitar 4° C kemudian ditampung di storage tank dengan mempertahankan suhu di dalamnya sebesar 1°C.
  7. Compressed Air, Yang dapat menghasilkan tekan digunakan compressed dengan tekanan 7,5 bar. Berdasarkan mesin penghasilnya ada dua jenis compressed air yaitu udara steril dan udara non steril. Udara steril dihasilkan dari oil free compressoryang digunakan untuk proses produksi untuk mendorong aseptic tank ke filling machine sedangkan udara non steril dihasilkan dari oil inject compressor  yang digunakan untuk menggerakan pneumatic di UHT dan filling.
  8. Listrik dan Generator, Kebutuhan akan energi listrik dipasok dari dua sumber yaitu PLN dan perangkat generator set. PT Greenfields Indonesia memiliki 3 perangkat genset, 2 genset dengan daya 500 kva dan  1 dengan daya 750 kva. Genset ini digunakan di wilayah processing office  (area selain proses) dan dairy farm. Dalam proses sehari-hari, maksimal hanya menggunakan 2 perangkat genset saja. Sedangkan supply energy dari PLN perhari mencapai 865 kva yang digunakan di area proses  produksi pengolahan susu.
  9. Waste Water Treatment, Limbah yang dihasilkan oleh PT Greenfields Indonesia ada bermacam-macam, salah satunya adalah limbah cair. Limbah cair yang berasal dari CIP dan sisa pembersihan secara manual yan berada dibagian UHT dan filling, sebelum ada dan sesudah proses produksi berlangsung. Limbah ini langsung dibuang melalui saluran pembuangan dan langsung dialirkan ke lagoon untuk proses lebih lanjut agar tidak berbahaya terhadap lingkungan.  Terdapat 3 lagoon di mana lagoon-lagoon itu disusun dalam bentuk trap, dan limbah olahan yang terdapat pada lagoon terakhir langsung dialirkan  ke sawah di sekitar perusahaan.
Picture5

Denah PT. Greenfields Indonesia

 Picture3

KESIMPULAN

  • PT. Greenfields Indonesia merupakan perusahaan bisnis sebagai produsen di bidang pengolah susu berteknologi tinggi yang menghasilkan produk susu ESL (Extended Shelf Life), susu UHT, dan whipping cream yang dikemas dalam kemasan TBA (Tetra Brik Aseptic) dan TFA (Tetra Fino Aseptic).
  • Good Housekeeping adalah pengelolaan Internal yang baik untuk meningkatkan operasi mereka, dan keselamatan tempat kerja sehingga merupakan sarana manajemen untuk pengelolaan biaya, pengeloaan lingkungan hidup, dan perubahan organisasional
  • Penerapan Good Housekeeping pada PT. Greenfields dilakukan sebagai berikut:
  1. Bahan Baku: Susu yang berasal dari peternakan dan KUD disimpan pada reception tank agar tidak terkontaminasi udara luar. Selain itu, susu dari KUD sebelum dimasukkan dalam reception tank di uji mutunya agar memiliki kualitas yang sesuai dengan susu dari peternakan.
  2. Mesin dan Peralatan: Diterapkan biosekuriti sebelum memasuki kawasan produksi susu. Pada peternakan, sapi dan lingkungannya dilakukan pembersihan secara berkala sedangkan untuk mesin dan peralatan yang digunakan selama proses produksi dilakukan perawatan berupa pencucian menggunakan zat kimia, pembilasan dan sterilisasi alat dengan susu tinggi.
  3. Proses Produksi: Proses Produksi dengan menggunakan sistem Pasteurisasi Ultra High Temperature (UHT) yaitu pemanasan pada suhu tinggi dan segera didinginkan pada suhu 10°C (suhu minimal pertumbuhan bakteri susu).
  4. Pengawasan Mutu: Pengawasan mutu dilakukan pada saat kedatangan susu dari KUD, Reception Tank, Balance Tank, Storage Tank, Blending Tank, Aseptic Tank, Filling, Chlorine Water, dan Air test. Pengawasan tersebut berupa menganalisis kandungan susu secara kimia dan mikrobiologi sesuai standart.
  5. Pengolahan Limbah: Penanganan limbah dilakukan dengan membuat kolam penampungan limbah (lagoon). Limbah cair yang terpisah dari hasil endapan akan digunakan kembali untuk proses cleaning kandang secara flushing.

 
ANGGOTA KELOMPOK 3:
 
EGARIZKY DANOZA                                         (23314413)
GABY DAMARA DWIPUTRI                            (24314415)
GILANG YAKSA PUTRA                                   (24314567)
MUFIDAH NUR AZIZAH                                  (26314871)
NABILAH RUSYDAIZZAH INTAWITSQA      (27314712)       
SAFITRI                                                               (29314924)

WINDA SETIANINGSIH                                   (2C314267)

 
SUMBER:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38754/4/Chapter%20II.pdf
https://bernadettcuzz.wordpress.com/2013/09/22/bab-ii-tinjauan-pustaka/
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/11833/F07mft.pdf;jsessionid=96B2B9D07255D60467581E23E40E1BB?sequence=4
http://dokumen.tips/documents/limbah-cair-56206b993d543.html
file:///C:/Users/Windows%208.1/Downloads/382-804-1-PB.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s